ACT mengadakan buka puasa bersama di Islamic Center Jakarta

ACT (Aksi Cepat Tanggap) adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dan resmi diluncurkan  pada tanggal 21 April 2005. Pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 19 dan 20 mei 2018 ACT mengadakan buka puasa bersama di Islamic Center Jakarta Utara. Menurut Ading, kordinator ACT yang mengurusi  bagian ini, porsi yg disediakan setiap hari adalah 1000, dan yang memasak makanannya adalah orang yang ahli dibidangnya, karena ingin manusiakan manusia . ACT memang sengaja mengirimkan mobil yang sudah di modifikasi untuk keperluan masak memasak. Untuk 2 hari kedepan mereka akan pindah ke lokasi Masjid Kota Tua untuk mengadakan buka puasa bersama juga. Jadi selama bulan Ramadhan mereka ke liling dari satu masjid ke masjid lainnya

     

ACT didukung oleh donatur dari masyarakat yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap permasalahan kemanusiaan. Sejak tahun 2012 ACT mentransformasi  dirinya menjadi sebuah lembaga kemanusiaan global, dengan jangkaun yang lebih luas. Jangkauan aktivitas program sekarang sudah sampai 30 provinsi dan 100 kabupaten / kota di seluruh Indonesia

     

Islamic Center Jakarta sendiri adalah adalah sebuah lembaga pengkajian dan pengembangan Islam di Jakarta. JIC menempati lahan bekas kawasan pelacuran terbesar di Jakarta, yaitu lokalisasi Kramat Tunggak. Selain sebagai sebuah masjid yang juga menjadi pusat kajian agama Islam, Jakarta Islamic Centre juga mulai dilengkapi dengan sarana pendidikan, bisnis, hingga wisma.

Pembangunan wisma dimulai pada tahun 2007, dengan rencana luas lahan wisma 21.452 meter persegi. Wisma tersebut akan dibagi 3 gedung, yaitu gedung bisnis center dengan luas 5.653 meter persegi, convention hall atau balai pertemuan 4.582 meter persegi, dan hotel 11.217 meter persegi. Selain itu pada tahun 2004 juga dibangun gedung pendidikan dan pelatihan.

Masjid Jakarta Islamic Center memiliki fasilitas berupa ruang solat utama, koridor, Mezanine, selasar tertutup dan plaza. Ruangan utama masjid memiliki bentangan 68 meter, tanpa tiang yang merupakan bentangan terbesar di Asia Tenggara. Bentuk bangunan JIC merupakan manifestasi dari sifat-sifat keperkasaan (Al-Jabbaru), Kemegahan (Al-Mutakabbiru), sekaligus kelembutan dan keindahan (Al-Lathief), yang diharapkan dapat menghapus stigma lama lokasi dengan filosofi bangunan yang bersifat monumental yang kontras dengan lingkungan sekitar, berbobot syiar yang tinggi serta ramah dan mengundang umat untuk beribadah. Arsitektur kaya akan nuasa Betawi yang identik dengan nuansa Islam dan memiliki menara tinggi 114 meter yang mengandung arti jumlah surat dalam Al-Quran.

      

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *